Di Tengah Kabut Asap 2026, Semangat Bela Negara Pramuka Merangin Tetap Membara
KWARDA JAMBI, MERANGIN - 22 OKTOBER 2026, Kabut asap yang menyelimuti wilayah Merangin tidak menyurutkan semangat para anggota Pramuka untuk mengikuti kegiatan Penguatan Pendidikan Bela Negara. Dengan penuh antusiasme, para peserta dari SMAN 5 Merangin, SMAN 12 Merangin, dan SMAN 3 Merangin mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jambi melalui Bidang Bela Negara di Aula SMP Negeri 4 Merangin.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan pendidikan karakter bagi gugus depan yang menjadi sasaran program pra-akreditasi. Tidak sekadar memberikan pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, menumbuhkan semangat cinta tanah air, serta membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya bela negara dalam kehidupan sehari-hari.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua/Kepala Bidang KTI dan Bela Negara Kwarda Jambi, Kak Kol. Inf. Purn. Dr. Drs. Imam Syafe’i, S.H., M.H.; Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum Kwarcab Merangin, Kak Dr. Ridwansyah; Sekretaris Bidang Bela Negara, Kak Sardianus, S.Sos.; Andalan Daerah Bidang Bela Negara, Kak Murat Tuty Endratno, S.Pd.; jajaran pengurus Kwarcab Merangin; Dewan Kerja Daerah (DKD) Jambi; Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Merangin; serta staf Kwarda Jambi.

Menanamkan Semangat Bela Negara Sejak Bangku Sekolah
Materi pertama disampaikan oleh Kak Imam Syafe’i dengan fokus pada penguatan pendidikan bela negara. Dalam penyampaiannya, peserta diajak memahami bahwa bela negara bukan semata-mata tentang mengangkat senjata atau menghadapi ancaman terhadap negara, melainkan juga tentang sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat bela negara dapat diwujudkan melalui kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, sikap saling menghormati, menjaga persatuan, menghindari perundungan, serta kesediaan untuk berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Bagi anggota Pramuka, nilai-nilai tersebut selaras dengan pengamalan Satya dan Darma Pramuka. Setiap anggota Pramuka memiliki kesempatan untuk menunjukkan kecintaan terhadap bangsa melalui perilaku yang bertanggung jawab, menjunjung tinggi toleransi, menghargai perbedaan, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kak Sardianus, S.Sos. Sesi ini semakin memperkaya wawasan peserta mengenai pentingnya membangun kesadaran bela negara serta mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan pribadi, lingkungan sekolah, masyarakat, dan kegiatan kepramukaan.
Melalui penyampaian materi yang berkesinambungan, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep bela negara secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam tindakan sederhana yang memberikan dampak positif bagi sesama.

Kabut Asap Bukan Penghalang untuk Terus Belajar
Salah satu hal yang patut diapresiasi dari kegiatan ini adalah semangat para peserta yang tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan meskipun berlangsung dalam kondisi kabut asap.
Antusiasme tersebut menjadi gambaran bahwa pembentukan karakter dan penanaman wawasan kebangsaan membutuhkan komitmen bersama. Pendidikan tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman, interaksi, diskusi, dan kegiatan nyata yang membentuk cara berpikir serta sikap generasi muda.
Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh wawasan baru tentang makna bela negara sekaligus pentingnya pengembangan diri dalam Gerakan Pramuka. Mereka diharapkan semakin percaya diri untuk mengambil peran sebagai generasi muda yang disiplin, mandiri, berintegritas, peduli terhadap lingkungan, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Pra-Akreditasi sebagai Momentum Meningkatkan Kualitas Gugus Depan
Penguatan Pendidikan Bela Negara juga menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas pembinaan di gugus depan. Gugus depan tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlangsungnya latihan kepramukaan, tetapi juga sebagai lingkungan pendidikan yang membentuk karakter, keterampilan, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial peserta didik.
Oleh karena itu, penguatan program pembinaan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan anggota Pramuka. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan gugus depan semakin mampu menghadirkan proses pendidikan kepramukaan yang bermakna, berkualitas, dan relevan dengan tantangan zaman.
Kwarda Jambi berharap kegiatan Penguatan Pendidikan Bela Negara tidak berhenti sampai di Merangin, tetapi dapat dilanjutkan dan diperluas ke gugus depan lainnya di berbagai wilayah Provinsi Jambi.
Semakin banyak gugus depan yang mendapatkan penguatan pendidikan bela negara, semakin besar pula peluang untuk melahirkan generasi muda yang memiliki kesadaran kebangsaan, karakter kuat, serta semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Dari gugus depan, tumbuh generasi berkarakter. Dari Gerakan Pramuka, menguat semangat bela negara. Dan dari Jambi, terus melangkah generasi muda yang siap menjaga persatuan serta mengabdi untuk Indonesia.
Salam Pramuka!
ak.sugeng